Senin, 18 September 2017

My journey

                                                Ambarawa , Sejarah dan Wisata

Sudah hampir lima belas tahun penulis berada di kota kecil bernama Ambarawa ini, letaknya diantara kota Semarang dan Yogyakarta, Sebelum itu penulis pun sama sekali tidak mengenal kota kecil ini namun apa boleh buat , jodoh memang tidak ada yang bisa menebak *eciie ...lanjut ah malah curcol. nama kota Ambarawa pertama kali penulis baca di buku sejarah SD yang mana di sana di ceritakan pertempuran jendral besar Soedirman yang bertempur dengan gagah perkasa melawan penjajah belanda hingga akhirnya memperoleh kemenangan.
Beberapa peninggalan sejarah masih terawat indah di kota ini, di antaranya Gereja jago.. Gereja ini masih berdiri kokoh dan masih di pergunakan masyarakat sekitar dengan baik, acara -acara sakral pun sering di lakukan di sini.
Menelusuri arah selatan , penulis biasanya melewati tempat bersejarah lainya tetang kemajuan alat transportasi negara kita yaitu Lokomotif, dulu di kenal dengan "Musium Kerata Ambarawa"  tetapi setelah pemerinta melakukan banyak renovasi tempat ini berganti nama menjadi " Indonesia Railway Museum" beragam jenis lokomotif ada di sini dan rata- rata berbahan bakar batu bara , goresan goresan karat pada bangkai sang lokomotif seakan melukiskan guratan wajah tua sang lokomotif asli buatan belanda tersebut . Tidak heran banyak wisatawan asal belanda yang sering mengunjungi tempat ini karena sejarah perlokomotifan  negara mereka tertinggal di sini.
Selanjutnya ada Beteng...Tempat ini adalah tempat belanda menawan pribumi, menyiksanya dan tidak segan segan membunuh rakyat pribumi hingga tempat ini terkenal sangat angker dan konon katanya sih masih sering terlihat para serdadu belanda pada malam malam tertentu alias horor hiiiiiy, di lihat dari pemandangan di siang hari...penulis sebenernya melihat pemandangan yang cukup keren ala ala bangunan baheula...cocok untuk spot photo untuk kamu yang suka berfoto selfie, hanya saja memang terlihat menyeramkan kalau malam hari, sekarang pun Beteng masih di jadikan Lembaga Pemasyarakatan atau LP lokal untuk pesakitan hanya saja tidak sekejam di tawan bangsa penjajah ya.
Wah, kalau ngomongin sejarah penulis kok merasa sedih ya..rasanya terbayang bayang perjuangan nenek moyang kita saat berperang melawan penjajah belanda, dulu... kehilangan suami, anak, saudara bahkan orang tua adalah hal yang sangat biasa terjadi mengingat saat saat genting atau jika ada peperangan warga pribumi terutama wanita dan anak- anak harus berlari ke hutan untuk bersembunyi demi menyelamatkan diri, saat itulah kadang nenek moyang kita kehilangan orang-orang yang di cintainya.
Nah sekarang penulis ingin berbagi cerita tentang tempat wisata lokal yang keren abis, nyesel deh kalau kamu belum mampir ke sini, yang partama penulis rekomendasikan adalah "Candi Gedong Songo"... nah, sesuai namanya tempat ini juga syarat akan sejarah letaknya berada di puncak perbukitan melewati kawasan sejuk bandungan dan sumowono, deretan 9 candi yang terpisah menjadi 9 bagian ini memiliki cerita tersendiri ,jaraknya pun lumayan jauh ya karena harus di tempuh dengan berjalan kaki..tapi jangan salah, tempat ini memiliki pemandangan alam yang super indah, super hijau dan super sejuk.
Sesuai asal nama Ambarawa, di sini juga terdapat kawasan rawa yang cukup luas dan kemudian di jadikan tempat wisata juga namanya "Rawa Pening" , di sekitar rawa ini ada beberapa tempat wisata lokal yang cukup asyik untuk liburan tipis tipis *bahasa gahol nya* yaitu sekedar bersantai atau menikmati alam diantaranya ada Bukit Cinta, Rawa Permai, Kampung Rawa, Taman kelinci, dan pemandian Muncul.
Lanjut kuliner yuk, Ambarawa terkenal dengan makanan khasnya yaitu "Serabi", serabi Ambarawa ini terbuat dari tepung beras yang di campur dengan santan kemudian di masak di atas tungku yang terbuat dari tanah liat , kemudian di siram kuah santan dan gula jawa yang banyak hingga hidangan in terasa manis dan gurih ...nah , dulu makanan ini hanya ada setahun sekali yaitu saat menjelang memasuki bulan puasa atau disini di sebut dengan sya'banan hingga kuliner ini termasuk makanan kramat , tetapi seiring dengan bergilirnya waktu sekarang penjual serabi ada setiap hari, harganya pun sangat terjangkau.
Inilah sekelumit cerita tentang Ambarawa ku tercinta, next akan ku sambung di part 2 ya kelanjutanya, see you ^_^



1 komentar:

  1. Mantab Mbak Wita, keren ih. Selamat ya Mbak atas blog barunya. Muah... semangattt!!

    BalasHapus

Terima kasih sudah mampir ke cerita di blog Wita, semoga bisa menginspirasi.

di tunggu komentarnya, tapi jangan tinggalkan link hidup ya.

Melangkah Bersama Tugu Insurance Untuk Lebih Baik Di masa Tua

 Melangkah Bersama Tugu Insurance Untuk Lebih Baik Di Masa Tua.    A ssalamu'alaikum.          A da pepatah lucu mengatakan " Hid...